Minggu, 07 Oktober 2012

Sayyid yahya Alqadrie,Ulama Sabilillah,


(gambar ilustrasi :sayyid Abdullah bin Sayyid yahya Alqadrie )

Biografi dan Sejarah hidup,:
Sayyid Yahya bin Muhammad Alqadrie,
(Ulama sabilillah yang tak  dikenal)

1.Keturunan ,Kelahiran dan asal usulnya:


   Sayyid Yahya bin Mohammad Alqadrie,bergelar Wan Kundoi,atau Tok Ami,(dimasa tuanya),dilahirkan dari keluarga sederhana,di Desa sungai Belanga,Kabupaten pontianak,masuk Wilayah Desa sungai Purun besar,sekitar kurang lebih 36 Kilometer dari pusat kota Pontianak,arah ke Utara ( Sungai Pinyuh).Orang tua beliau bernama Sayyid Mohammad bin Sayyid Ibrahim,cucu Sultan Abdurrahman Alqadrie,dari garis keturunan Sayyid Abubakar ibni almarhum Sultan Sayyid Abdurrahman Alqadrie,ibni Almarhum habib husein (Tuan Besar Mempawah).

Susunan lengkapnya ;

(Sayyid yahya bin Sayyid Muhammad,bin Sayyid Ibrahim,bin sayyid Abubakar,bin Sayyid Abdurrahman(Sultan Pontianak Pertama)bin Habib Husein(tuan besar mempawah),bin Sayyid Ahmad,bin Sayyid mohammad Alqadrie.)

Beliau dibesarkan dengan bimbingan kedua orang tuanya.yang mengajarkan mengaji dan membaca quran sejak dini.Di usia sekolah,beliau bersekolah di Madrasah yang ada disekitar situ,pada masa itu.

Beliau,sayyid yahya dilahirkan pada tanggal :21 juni tahun 1921,dan wafat pada tahun 2005,dimakamkan di pemakaman umum Wan Ke"me,Jalan Tanjung Raya.I,Kelurahan Dalam Bugis,Kecamatan Pontianak Timur,Kotamadya Pontianak,Provinsi Kalimantan Barat,Republik Indonesia.

dimasa remaja,beliau belajar dengan beberapa guru yang sezaman dengan masanya,sekitar tahun : 1935- 1940.Guru guru beliau tersebar mulai dari sungai purun Besar,Almarhum sayyid Mahmud Alqadrie ( Kepala kampung Sungai Purun besar),Nusapati,Sungai Pinyuh,Mempawah,dimana banyak terdapat murid -murid dari garis Habib Husein tuan besar mempawah,dan murid dari Syaihk Ali Al Pattani.(mantan Mufti agama kerajaan Mempawah,menggantikan Habib Husein Alqadrie)

Beliau mempelajarii beberapa jenis ilmu,diantaranya ; Fiqih,Ushul Fiqih,Tauhid,Sifat dua puluh,Nahwu,bahasa Arab,dan menelaah kitab-kitab kuning,duiantaranya : Kasyiful asrar,dll.
Bekal ini mengisi dada dan ghirah kehidupan,yang akan menjadi dasar perjuangan dan pergerakan beliau.pada masa berikutnya.

2.Perjuangan di Zaman Penjajahan Jepang dan masa Transisi kemerdekaan,


  Dizaman penjajahan jepang beliau bergabung dengan kesatuan kaigun Heiho,angkatan laut Jepang,yang berkuasa di kalimantan barat dan sekitarnya.Mendapatkan pelatihan militer tempur,selayaknya tentara.

Pada masa pergerakan kemerdekaan,setelah tentara jepang dilucuti oleh pasukan sekutu,beliau kemudian berhenti dari militer dan menjalani kehidupan normal.
masa ini dipergunakan untuk kembali memperdalam ilmu ilimu agama dan pemahaman keagamaan.Beliau sempat berguru dengan beberapa ulama besar diantaranya :Haji Ismail Mundu,Habib Mukhsin Al Hinduan,tarekat Naksyabandiyah,H.Abdurrani Mahmud,dan Habib Saleh alhaddad,mereka adalah beberapa diantara ulama yang cukup dikenal di zaman itu.

Sayyid yahya mendalami keilmuan ini,sambil berguru,belajar dan bekerja.Beliau menyempatkan waktunya untuk hadir di setiap pengajian umum maupun pengajian khusus yang diselenggarakan oleh para ulama ini.


3.Kiprahnya di Perjuangan Ke agamaan,


   dapat dikatakan,bahwa kiprah beliau dimulai sekitar tahun :1970 an,bertempat disebuah Mushollah di desa Sungai Belanga,beliau mendirikan Madrasah Pertamanya.Memberikan pelajaran membaca Quran,bahasa arab,nahwu,Tajwid,dan Thaharah.

Madrasah ini menampung murid sejak usia 5 tahun hingga usia remaja.sedangkan buat ibu-ibu dan bapak-bapak,diselenggarakan dari rumah keruma,secara bergiliran.Demikianlah,proses ini berjalan sekitar dua tahun,hingga tahun 1972,beliau hijrah ke kota Pontianak,menetap bersama keluarganya.

@ majlisTaalim dirumah-rumah,Mushollah,Mesjid,

     seluruh kalbar


   Dikota Pontianak,beliau sambil bekerja di siang harinya,pada malam harinya di isi dengan mengajarkan ilmu -ilmu dasar kepada beberapa murid-muridnya,dari rumah kerumah.Masa itu sekitar tahun :1975,tercatat diantara majlis rutin yang diadakan seminggu sekali adalah dirumah ;Habib Abdurrahman Syahab  dan rumah habib Ali Baragbah,di kampung Arab,pontianak Timur.Pengajian ini di hadiri Putra Putri beliau,dan beberapa kerabat dekat penyelenggara.

Pembahasan meliputii ilmu-ilmu tauhid,atau Sifat dua puluh,Fardhu kipayah,Fiqih,dan pemahaman ke agamaan lainya.

Hal ini tidak terbatas hanya di kawasanm kota Pontianak saja,beliau juga aktif berdakwah dibeberapa tempat,mushollah,surau dan masjid di seputar kota Pontianak.

terbukti dari dokumentasi berupa buku perjalanan,yang penuh dengan stempel dari instansi terkait,Mulai Rt,Rw,Lurah,Camat,Koramil,babinsa,KUA,mulai dari seputar kota,hingga hampir seluruh wilayah kalimantan barat.
 jangkauan wilayah da"wah beliau mencakup:

Membentang sebelah timur Kota pontianak;

Kpg tambelan,banjar Serasan,Kpg kapur,Parit mayor,kubu raya,sungai ambawang,Retok,tanjung susur,Sukalanting,Sukadana,Siduk,Dusun besar,dusun kecil,Pulau maya,karimata,Ketapang,dsk

Membentang sebelah barat kota pontianak:

Perumnas.I,Perumnas.II,Perumahan Yuka,sei jawi dalam,sei jawi luar,Sei kakap,hingga ke Dusun sepok Laut,dimana pada masa tuanya,beliau memilih menetap disini,hingga akhir hayatnya,akan tetapi jenazahnya dibawa pulang ke Kota Pontianak,dan dimakamkan ditempat yang dekat dengan kerabatnya.

membentang Sebelah Utara kota pontianak:

Mulai dari batulayang,sei nipah,sei Purun besar,Sei pinyuh,desa galang,Anjunan,Nusapati.
Bakau kecil,bakau besar,Desa sinam,sampai ke mandor.
berikutnya:Mempawah,Pemangkat,Singkawang,Sambas,sekanan,sendoyan,nyelak,batulayar,
kartiasa,Paloh,liku,sebatu,jawai,sei Kunyit,sei Duri,dsk,adalah tempat yang pernah disinggahi oleh beliau semasa hidupnya.


Perjalanan ini dibiayai dengan dana pribadi,dari dagangan kecil-kecilan,berupa buku buku agama,komik-komik agama,tasbih,songkok,dupa,dan barang-barang sejenisnya,yang digunakan buat ongkos transport,dari suatu tempat ke tempat lainya.


dengan modal keikhlasan,beliau istiqomah menyebarkan ajaran agama yang di yakininya,sesuai dengan ilmu yang dimilikinya,itulah yang diajarkan.Beliau tak pernah mengeluh,atau merasa sia-sia,sebab beliau berkeyakinan,bahwa Allah pasti akan membalasnya.


@sebagai pencari dana buat pembangunan tempat ibadah,


   Disebabkan kegiatan beliau yang banyak bergerak,dan mendatangi satu tempat ke tempat lainya,maka kemudian ada beberapa panitia Mesjid,Mushollah,Madrasah,yang sedang  membangun,menitipkan daftar sumbangan (List) barangkali ada kaum muslim yang mau dan ikhlas menyumbangkan,buat amal jariyah membangun Sarana tersebut.


sayyid yahya,atau ami yahya,atau Wan yahya,kemudian membantu panitia tersebut dengan menyampaikan kepada peserta pengajiannya,setelah selesai dawah,bahwa :"ia di amanati "Tabungan akherat'oleh panitia Mesjid"A' atau Mesjid "B",nah siapa yang mau menabung,silahkan isi sendiri daftarnya,Insya allah,nanti akan saya sampaikan kepada panitia yang berhak.'" demikian yang beliau katakan.Untuk memisahkan masing -masing sumbangan tersebut,beliau menempatkannya dalam sebuah sapu tangan yang berbeda warna,sebagai penanda,hal ini tidak asing bagi para murid-muridnya,yang pernah menghadiri pengajian beliau,diberbagai tempat yang di singgahi.


tapi apa yang dilakukan ini,kemudian  sempat menjadi Fitnah,bahwa beliau pekerjaan nya adalah "Meminta-minta" padahal Nauzubillah, sayyid yahya,jauh dari apa yang mereka Fitnahkan!!


Meskipun demikian,beliau tetap berjalan sebagaimana harusnya,kesetiap tempat,dan daerah,memperkenalkan ilmu Allah,men tauhidkan ummat,dengan tauhid yang benar,mengajarkan kebaikan dan kebersamaan,memuliakan manusia lainya,menganjurkan saling tolong menolong dan bahu membahu,menyadarkan bahwa Muslim bersaudara,penderitaan saudara adalah penderitaan kita juga,menyadarkan bahwa hidup adalah ;

"sebuah persiapan menuju kematian,bawalah bekal yang banyak,agar kita lepas dari azab kubur dan azab neraka nantinya,di mahsyar!"

Beliau semasa hidupnya pernah mewasiatkan bahwa ; batas perjuangannya menggapai dunia adalah usia,55 tahun,berhasil atau tidak,maka sisa usia nya akan diwakafkan bagi agama allah,mencari ridha Allah,mendekatkan diri kepada Allah,memperbanyak tabungan buat akherat!" itu bahasa dan kalimat yang diwasiatkannya.


Dengan perjuangan ini,dimulai sekitar tahun :1970 hingga wafatnya :2005,atau sekitar  kurang lebih : 35 tahun,beliau telah menyampaikan apa yang harus disampaikan,mengajarkan,apa yang harus diajarkan,dan senantiasa menasehati ummat,tiap tempat,dimana saja beliau datang.Hingga  ajal menjemput di usia : 83 tahun,selepas Shalat Zohor,di desa Sepok Laut,Kecamatan Sungai Kakap,Kabupaten Pontianak.Jenazahnya kemudian di bawa pulang ke kota Pontianak.


tak terhitung berapa banyak masjid,mushollah,surau yang dibangun dengan bantuan beliau,hingga akhir hayatnya.salah satu bukti yang masih dapat dilihat hingga hari ini adalah :


Masjid Baiturrahman,terletak di desa batulayang Kecamatan Pontianak utara,tepat dipinggir jalan raya,Pontianak - Mempawah,sekitar 12 km dari pusat kota Pontianak.

berdekatan dengan komp0leks pemaqkaman kesultanan Pontianak,Makam kesultanan Batulayang,tempat dimana nenek moyang nya disemayamkan.

Mesjid ini dibangun bersama kedua orang muridnya,yaitu :

Sayyid hasyim dan Sayyid Effendy ( Keduanya meninggal lebih dulu dari beliau),bersama Sayyid yahya,atau habib yahya,yang mengupayakan berbagai cara,agar mesjid ini berdiri smpurna.

Semoga Tabungan beliau diterima Allah,dan Ruh Nya di tempatkan disisi Allah,


Alfatehah,........





Tidak ada komentar:

Posting Komentar