Minggu, 20 Mei 2012

Harta Qarun Alqadrie,ditemukan di Pulau Lombok,NTB ( bagian Pertama)


(Bangunan Makam Sayyid Abubakar,  di desa Jeranjang, lombok Barat)


(Batu Nisan Sayyid Abubakar)



( Lokasi Makam Sayyid abubakar, Jeranjang, lombok Barat, NTB)

Dalam perjalanan kami ke beberapa daerah di Nusa Tenggara barat, kami mendapat kabar yang sangat mengejutkan sekaligus menggembirakan. Mengejutkan ternyata banyak sayyid yang bermukim di sepanjang Nusa Tenggara barat, mulai sumbawa, Taliwang, lombok timur, Lombok Tengah, dan lombok Barat. Menggembirakkan ternyata ada harta qarun alqadrie yang belum digali di pulau dengan julukan "Pulau Seribu Masjid" ini.

hari sudah menjelang sore, ketika saya memasuki kompleks maqam SAYYID ABUBAKAR di desa Jeranjang, lombok Barat. Dibawah pohon rindang yang meneduhi pekuburan itu, kami beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari pusat kota Mataram. Suasana haru dan mencekam sempat saya rasakan, begitu pula rekan kami yang ikut serta mengantar dan menemani saya, yaitu : Syarif Hidayatullah Alqadrie, Sayyid Fuad Alkaf, dan satu orang lagi yang saya lupa namanya.

kami disambut juru kunci maqam bernama pak Maat, yang merupakan generasi kedua, sebab ayahnya baru saja meninggal, dan dimakamkan disitu juga terlihat tanah maqamnya masih
basah, pertanda masih baru dikuburkan.

kami segera berwudhu sebelum masuk ke kompleks maqam utama, yang terletak ditengah nya, dengan bangunan berbentuk mirip rumah joglo, atap seng dan tembok bata, di cat putih, tapi kesederhanaan ini menyimpan misteri yang menarik minat saya untuk menggali lebih dalam, siapakah sebenarnya SAYYID ABUBAKAR  ini??????

Berbagai Versi mitos dari dialogh dengan beberapa tokoh tua, kami dapatkan cerita turun temurun dari nenek moyang mereka diantaranya,:

## Versi HABIB JAFAR ALQADRIE ( Desa Pengkores. Lombok Tengah )
===============================================



Bahwa abubakar kecil ditemukan disekitar pinggir pantai sekar bela, ia kemudian dipelihara oleh bapak angkatnya yang asli penduduk sekar bela. Abubakar kecil diturunkan dari kapal, karena dianggap pembawa sial dan penyebab bocornya kapal itu, sebab itulah dia diturunkan dan ditinggal di pinggir pantai seorang diri.

Sesudah dewasa abubakar aktif meneyebarkan agama islam, dilingkungan penduduk sekar bela khususnya, dan lombok umumnya. Pada masa itu lombok berada dibawah kekuasaan raja Bali yang berhasil menaklukkan kerajaan selaparang Muslim, di lombok. Raja bali ini bernama Anak Agung, yang senantiasa mengawasi tindak tanduk dan dawah yang dilakukan abubakar.

Melihat pengaruh Abubakar yang semakin meluas, raja Anak Agung hilang kesabaranya, selain cemburu yang membakar, ia juga takut kalau Abubakar di tokohkan, dan kemudian menggerakkan pemberontakan melawan kekuasaanya, sebab melihat penghormatan masyarakat yang demikian tinggi, dan sangat takzim kepada Abubakar.

Rencana Pembunuhan pun disusun,
Pada suatu malam, Abubakar di culik dari rumahnya oleh orang suruhan raja anak agung.

Abubakar dibawa ke suatu tempat yang terletak ditengah hutan lebat dibibir pantai, disini ia disiksa dengan segala cara, mulai dengan cambukan, tusukan pedang, belati, sabetan samurai, tetakan parang, tikaman keris, dan senjata lainya. Tapi subhanallah, tak ada satupun senjata itu yang melukai jasadnya.

Para pembunuh itu kemudian memukuli kepala, badan, kaki dan tangannya dengan sepotong balok, tapi rupanya perlindungan Allah, masih menyelimuti abubakar.

Akhirnya, karena kehabisan akal, mereka mengikat tangan kanannya, dan ditarik keatas dahan sebuah pohon, kemudian tangan kirinya juga diikat dan ditarik kepohon yang lain, berlawanan arah. Tidak cukup sampai disitu, mereka juga mengikat kaki kanan dan kaki kiri, kemudian menariknya berlawanan arah. 

Dengan posisi tergantung diatas tanah, diantara dua pohon besar, mereka kemudian mengumpulkan kayu bakar, dan menyalakan api untuk membakar jasadnya, dalam posisi tergantung itu.

Api berkobar hebat dan melahap kayu bakar serta tubuh Abubakar yang digantung bak seekor kelinci, diatas panggangan, tapi dari mulut Abubakar hanya terdengar rintihan"

""Allah,Allah,Allah,!!"

Ketika api berhenti berkobar, alangkah terkejutnya para pembunuh yang berjiwa binatang itu, Subhanallah, jasad Abubakar tetap utuh, tidak cacat sedikitpun, bahkan pakaian yang dipakainya tetap seperti sedia kala.

Hanya saja, Ruhnya telah menghadap Rabb Nya, Dia tewas dianiaya dengan cara yang paling biadab yang pernah ada.

Raja anak agung tetap memerintahkan membiarkan jasadnya tergantung disitu.

Sampai kemudian sekelompok Orang Sekar Bela, datang menyerang pasukan penjaga mayat itu. Pertempuran sengit terjadi, tapi karena kelompok penyerang sebelumnya sudah membagi tugas, sebagian menyerang penjaga, sebagian lainya, mengambil jasad abubakar, maka ketika pertempuran usai, mereka kehilangan mayat abubakar,  dan menganggap abubakar Moksa, atau menghilang.

##Versi tambahan dari  HABIB ALI bin HASAN (Sekarbela)





Keesokan hari, raja anak agung memerintahkan mencari jasad Abubakar dengan menggeledah rumah penduduk setiap desa, dan membongkar semua makam baru, bahkan yang lama juga.
tapi jasad abubakar tidak ditemukan, yang pada saat itu disembunyika dirumah Haji Arsyad

setelah kurang lebih sebulan, barulah jasadnya dimakamkan dengan layak, di desa Sekar bela, itupun dengan tanpa diberi batu nisan, karena khawatir dibongkar oleh raja, hanya ada sebuah pohon besar sebagai penanda.

Inilah riwayat Sayyid Abubakar makam jeranjang, di ombok Barat, sebagian meyakini makam beliau di sekar bela, ada juga yang meyakini di luang balok, berbagai versi berkembang sepeninggalnya, tapi satu hal yang sama, yaitu, dimanapun tempat yang dianggap beliau dimakamkan, tempat itu dijadikan tujuan ziarah oleh masyarakat lombok, untuk menghormati perjuangan beliau sebagai seorang Penyebar agama, ditanah seribu masjid, Pulau Lombok, Mataram, Nusa Tenggara barat,=

Sekedar diketahui, bahwa salah satu putra Sultan Abdurrahman Alqadrie, Sultan Pertama Kesultanan Kadriah di Pontianak, Kalimantan Barat, juga Bernama :ABUBAKAR, bergelar Pangeran Laksamana, yang makamnya tidak ditemukan di Kompleks Pemakaman Keluarga Sultan Pontianak di Batulayang.


Apakah Abubakar jeranjang ini, merupakan Putra Sultan, atau Cucu Sultan, masih diadakan penelitian lebih jauh.

Satu hal yang pasti, anak keturunan Sayyid Abubakar Jeranjang, yang tersebar di Pulau Lombok, menggunakan fam atau marga; Alqadrie atau Alkadrie.


Ada yang menuliskan namanya dengan :  Syarif  (Persis dengan penulisan keturunan Sultan Abdurrahman yang ada di Pontianak, dsk)  dan ada juga dengan penulisan :  Sayyid.

Keturunan Sayyid Abubakar makam Jeranjang banyak menetap di Desa Sekarbela, kota Mataram dan di desa Pengkores, perbatasan lombok Tengah dengan Lombok Timur. Dari dua daerah ini, diperkirakan berjumlah tidak kurang dari : 2.000 jiwa,  yang masih hidup hingga hari ini. ( Mei 2012)

Bersambung ketulisan berikutnya,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar