Minggu, 06 Februari 2011

Manfaat Ilmu Nasab










(Ilustrasi :Muslimat Istana Kadriah,para ibu penerus generasi Alawiyin di Pontianak)
Silsilah nasab alawiyin dari garis Husein bin Ali,Rabithah Alawiyah,Jakarta




Artikel - Ilmu Nasab - Pengenalan Ringkas
ILMU NASAB

Segala puji bagi ALLAH Yang Maha Esa, Maha Agung lagi Perkasa atas segala limpahan Rahmat dan Karunia-NYA yang tak terhingga, kasih sayang-NYA yang abadi, pintu maaf-NYA tak pernah terkunci bagi hamba-NYA yang berserah diri keharibaan Ilahi Robbi, Tuhan Khaliqul Alam Yang Maha Suci.

Shalawat serta salam kami panjatkan kepada Rasul penghulu alam, nabi agung, manusia pilihan Muhammad SAW dan bagi para keluarganya yang suci lagi mulia, para Imam pemimpin ummat yang menjadi pewaris Rasulullah SAW, serta kepada para sahabat pilihan dan orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka dengan baik dari generasi awal hingga akhir zaman.

Ilmu Nasab atau Ilmu Silsilah adalah ilmu yang membahas garis keturunan/susun galur /asal usul seseorang baik keturunan Bangsawan, Ratu, Raden, Raja atau keturunan Rasulullh SAW.

Bagi mereka yang telah dikaruniakan oleh ALLAH nasab dan keturunan Mulia hendaklah menjaga dan memeliharanya sebagaimana yang telah dilakukan oleh para Wali dimasa hidupnya agar supaya anak cucu mereka mengerti akan kedudukan mereka ditengah-tengah ummat.

Di dalam Al-Qur'an surat Al-Hujarat ayat 13, ALLAH berfirman:

"Hai manusia ! Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan .dan kami jadikan kamu beberapa bangsa dan suku-suku bangsa,supaya kamu mengenal satu sama lain. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu dalam pandangan ALLAH ialah yang lebih bertaqwa."

Dari Abu Hurairah r.a katanya, bersabda Rasullah SAW: "Pelajarilah olehmu tentang nasab-nasab kamu agar dapat terjalin dengannya tali persaudaraan dantara kamu. Sesungguhnya menjalin tali persaudaraan itu akan membawa kecintaan terhadap keluarga, menambah harta, memanjangkan umur dan menjadikn ALLAH ridho". (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya, Tirmizi dan Al-Hakim).

Dengan itu jelaslah bahwa ilmu nasab adalah suatu ilmu yang agung, berhubungan dengan hukum-hukum syariah Islam. Orang yang mengingkari keutamaan ilmu ini adalah orang yang jahil, pembangkan dan menentang ALLAH dan Rasul-Nya. Kedudukan ilmu nasab yang penting di ketahui dalam syariah dintaranya adalah:

1. Mengetahui nasabnya Rasulullah SAW, yang mana nabi SAW bersabda dalam hal ini katanya:

"Aku adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusai bin Kilab (nama sebenarnya Hakim) bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik (An Nadhir) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan". (Diriwayatkan oleh Ibnu Assakir dari Abdullah bin Abbas). Tak seorangpun meragukan akan kebenaran nasab dari Rasulullah SAW yang tersebut diatas.

2. Mengetahui asal keturunan para Imam (pemimpin) seperti dinyatakan oleh Ibnu Hazm, "Seseorang wajib mengetahui bahwa khilafah tidak boleh dipegang melainkan oleh keturunan Fihr bin Malik (An Nadhir) bin Kinanah". Hal ini tidak akan diketahui melainkan dengan mengenali Ilmu nasab.

3. Saling mengenal diantara satu sama lain sehingga seseorang tidak dinisbahkan kepada selain ayahnya atau datuknya, karena sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Bukharie mengatkan: "Seseorang yang mengaku orang lain sebagai ayahnya padahal ia mengetahuinya maka ia telah berbuat kekufuran dan siapa yang mengaku kepada nasab bukan nasabnya maka hendaknya ia menempuh tempat tinggalnya dalam ap neraka"

Beberapa perkara berkaitan dengan hal tersebut diatas yaitu:

1. Mengetahui hukum-hukum pusaka, yang mana sebahagian waris boleh melindungi bagian yang lain.

2. Hukum para wali dalam nikah yang mana sebagian wali diutamakan dari wali yang lain.

3. Hukum wakaf, jika orang yang mewakafkan itu mengkhususkan kepada sebagian keluarga atau kerabat dan tidak kepada sebagian yang lain.

4. Mengambil kepastian nasab dalam kafa'ah suami terhadap istri dalam nikah, menurut Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Syafe'I, karena sabda Rasulullh SAW dari Siti 'Aisah r.a dalam kedaan marfuk: "Pilihlah tempat untuk menyimpan air mani kamu dan kawinilah orang-orang yang setaraf serta kawinkan wanita-wanita itu dengan mereka" (Diriwayatkan Oleh Ibnu Majah, Darutqutni, Al Hakim dan Al Baihagi).

5. Memperhatikan nasab wanita yang akan dinikahi, sabda nabi SAW: "Wanita itu boleh dinikahi dengan empat sebab; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya, maka utamakan yang memiliki agamanya niscaya kamu akan beruntung". (Diriwayatkan oleh Syaikhan dan Imam Ahmad dalam musnadnya).

Adapun yang dimaksud dengan keturunannya ialah berasal dari keturunan yang mulia dalam hal ini tidak mungkin kita dapat mengetahuinya melainkan dengan Ilmu nasab.

6. Mengetahui nama-nama isteri nabi yang mana diharamkan kepada seluruh orang Islam mengawini mereka, begitu juga mengetahui nama-nama sahabat besar dari kalangan Muhajirin dan Ansor, juga mengetahui orang-orang yang berhak menerima khumus (seperlima) dari kalangan kerabat Rasul serta mengetahui orang-orang yang diharamkan kepada mereka menerima sedekah dari kalangan keluarga Muhammad, yang mana Ibnu Hazm menganggap perkara-perkara diatas sebagai fardu kifayah.

Didalam ilmu nasab ada klasifikasi/pengelompokan status nasab seseorang:

1. Shohihun Nasab, adalah status nasab seseorang yang setelah melalui penelitian dan pengecekan serta penyelidikan ternyata sesuai dengan buku rujukan (buku H. Ali bin Ja'far Assegaf dan buku induk), yang bersangkutan dinyatakan berhak untuk mendapatkan buku dan dimasukkan namanya di dalam buku induk.

2. Masyhurun Nasab, adalah status nasab seseorang yang diakui akan kebenarannya namun tidak terdapat pada buku rujukan yang ada. Yang bersangkutan tidak bisa dimasukkan dalam buku induk. Kebenaran nasabnya didapat dari keterangan kalangan keluarganya sendiri dan ditunjang oleh beberapa literatur/buku yang dapat dipercaya, juga diakui oleh ahli-ahli silsilah terdahulu ditambah beberapa orang yang memang diakui kepribadiannya di masanya.

3. Majhulun Nasab, adalah status nasab seseorang setelah diadakan masa penyelidikan/pengecekan dan penelitian ternyata tidak didapatkan jalur nasabnya. Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya status ini diantaranya: karena ketidak tahuan, kebodohan, keminiman pengetahuan masalah nasabnya ataupun niat-niat untuk memalsukan nasab.

4. Maskukun Nasab, adalah status nasab seseorang yang diragukan kebenarannya karena didalam susunannya terjadi kesalahan/terlompat beberapa nama. Hal ini dikarenakan terjadinya kelengahan sehingga tidak tercatatnya beberapa nama pada generasi tertentu.

5. Mardudun Nasab, adalah status nasab seseorang yang dengan sengaja melakukan pemalsuan nasab, yakni mencantum beberapa nama yang tidak memiliki hubungan dengan susun galur nasab yang ada. Ataupun menisbahkan namanya dengan qabilah tertentu bersandarkan dengan cerita/riwayah dari seseorang yang tidak memiliki ilmu nasab/individu yang mencari keuntungan ekonomi secara pribadi.

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan yang bersangkutan bertindak memalsukan nasab ini sebagai contoh adalah karena yang bersangkutan hendak melamar Syarifah ataupun masalah warisan.

6. Tahtal Bahas (dalam pembahasan), adalah status nasab seseorang yang mana di dalamnya terjadi kesimpang siuran dalam susunan namanya. Hal ini banyak penyebabnya, diantaranya karena yang bersangkutan di tinggal oleh orang tuanya dalam keadaan masih kecil atau terjadinya kehilangan komunikasi dengan keluarganya atau terjadi kesalahan dalam menuliskan urutan-urutan namanya. Posisinya nasab ini bisa menjadi shohihun nasab atau majhulun nasab atau mardudun nasab sesuai dengan hasil penyelidikan dan pengecekan yang dilakukan.

7. Math'unun Nasab, adalah status seseorang yang tertolak nasabnya karena yang bersangkutan terlahir dari hasil perkawinan di luar Syariat Islam. Tertolaknya nasab ini setelah melalui penelitian dan pengecekan juga dengan ditegaskan oleh beberapa orang saksi yang dapat dipercaya. Hal ini juga dikenal dengan cacat nasab.

Demikianlah uraian singkat mengenai ilmu nasab ini, semoga kita sama-sama dapat mengambil manfaatnya dan kami berharap agar kita tetap menjaga garis keturunan dan kemurnian dari nasab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar