Minggu, 06 Februari 2011

Habib Rizieq Shihab di Iran,Wawancara singkat




Seminar Habib Rizieq di Universiti Imam Khomeini Qom, Iran

Berikut wawancara Krus Islam Alternatif, M Turkan bersama Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syahab.

H Rizieq: Jadi begini kalau kita bicara solusi pada dasarnya kalau kita kembali pada undang-undang yang berlaku di Indonesia, pada dasarnya kan pemerintah yang punya kewajiban untuk mempersiapkan bangsa yang memakai undang-undang tersebut, yang menyediakan lapangan kerja yang layak termasuk juga yang menjamin anak-anak yatim, fakir miskin dan seterusnya. Artinya sinerji kerja ulama dengan umaro, sebetulnya kan ga perlu adanya aksi-aksi fisik di jalannan.....

Pada tanggal 8 Mei 2006 atas undangan Ayatullah Taskhiri [Taqrib bainal Mazahib] Rombongan dari Indonesia datang ke Iran diantaranya adalah Habib Rizieq Syahab Ketua Front Pembela Islam [FPI], Dr Jose Rizal ketua MERC, Dr Abdul Mukti Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ir M Iqbal Wakil Sekjen Nahdzatul Ulama, Budayawan Hadad Alwi, Ustad Ustman Syahab Lc serta U Hasan Dalil Lc.

Atas Undangan HPI [Himpunan Pelajar Indonesia] Habib Rizieq beserta rombongan bersedia datang ke Kampus Universitas Imam Khomeini Qom, Iran untuk silaturahmi dan seminar dengan tema: "Pergerakan Islam di Indonesia", Mukhtar Lutfi Lc wakil dari HPI hadir sebagai pembanding. Di sela-sela silaturrahmi, dan dengan waktu sangat singkat Habib Rizieq ketua FPI bersedia untuk diwawancarai oleh kru Islam Alternatif.

Berikut wawancara M Turkan bersama Habib Rizieq.

ISLAT: Asslamualaikum wr wb…..Langsung saja Bib, begini… Habib bisa jelaskan sedikit falsafah terbentuknya FPI (Front Pembela Islam) dan apakah perlu dibentuk lembaga semacam FPI di Indonesia..?

Habib Rizieq: Waalaikum wr wb. Ya… latar belakang berdirinya FPI seperti yang kita tahu, pemungkaran yang sudah merajalela di negeri kita,…. kezaliman yang sudah kelewat batas,… sehingga ana melihat perlu ada satu kelompok dari kalangan kaum muslimin yang berani menghadapi semua itu secara frontal.

 Artinya frontal adalah melakukan konfontrasi dengan itu semua. Kita berpijak kepada firman Allah dalam surat al-Imran ayat: 103 "(wa altakun minkum ummatun...)" ummah di sini berarti bukan satu, atau dua orang tetapi memang ada kelompok besar atau bisa di artikan termasuk organisasilah. "(wa altakun minkum ummatun yad-uuna ilal khairi wa ya'muruuna bil ma'rufi wa yan hauna anil munkari wa ulaaika humul muflihun…..)". 

Nah berangkat dari situlah kita mendirikan FPI dengan definisi menegakkan amar ma'ruf nahi munkar untuk menuju penerapan syariat islam secara keseluruhan. Artinya hadafnya (tujuannya) tetap penerapan syariat Islam, hanya jalan yang kita ambil untuk menuju ke sana lewat amar ma'ruf nahi munkar, karena untuk menerapkan syariat Islam ini kan jalannya banyak,…. ada yang lewat dialog,… ada yang lewat pendidikan,…. ada yang lewat ekonomi dan lain sebagainya, nah sedangkan kita mengambil lewat jalan amar ma'ruf nahi munkar.

ISLAT: Dengan perangkat amar ma'ruf nahi munkar tadi itu kira kira... mau dibawa kemana bangsa Indonesia ini Bib ?

H Rizieq: FPI menyadari kalau FPI hanya salah satu partikel kecil dari salah satu gerakan islam. Artinya kita tidak mengatakan bahwa FPI satu-satunya gerakan islam. Gerakan islam manapun di Indonesia, dari mazhab manapun dia, dari kelompok aliran pemikiran manapun dia, tidak bisa jalan sendiri termasuk FPI...... Nah kita bersyukur di sana ada tartibun ilahi, maksud ana tartibun ilahi tanpa kita sadari walaupun antar organisasi-organisasi tersebut mungkin sangat jarang bertemu, tapi tanpa kita sadari tiba-tiba sudah terjadi "taksimul al a'mal wa wadzoif" [pembagian kerja dan tugas, Red], 

kita bisa lihat umpamanya NU, siapa sih yang bisa nyaingin NU kalau dalam soal pesantren tradisionalnya,.... kalau di sini biasa di sebut hauzah, terus kalau kita lihat Muhammadiyah, siapa sih yang bisa menyaingi Muhammadiyah dalam soal pendidikan-pendidikan formal,.... ada 120an universitas yang di miliki Muhammadiyah di seluruh Indonesia, trus kita lihat lagi ada ICMI yang bergerak di bidang kecendikiaan dan lain-lainnya. 

Sementara FPI mengambil jalur lebih banyak melakukan aksi fisik di lapangan untuk menggempur tempat-tempat maksiat dan seterusnya, jadi ana anggap tanpa kita sadari sudah terbagi pembagian tugas dengan sendirinya.

ISLAT: Bib.. apakah Ideologi dan konsep FPI itu murni berasal dari dalam sendiri atau di adopsi dari Timur Tengah [Afghanistan. Red] misalnya..?.

H Rizieq: FPI sebetulnya organisasi spontanitas murni produk Indonesia. Artinya kita tidak mengambil ideologo-ideologi khusus, karena kebetulan ehh........ hampir semua pendiri FPI termasuk saya, pada awalnya orang-orang yang anti berorganisasi. Jadi sepanjang perjalanan hidup saya dari mulai kecil sampai sekolah hingga kuliah, ana tidak pernah mengikuti satu organisasi apapun termasuk PPI Timur Tengah, karena waktu dulu ana sekolah, ana punya tujuan ana hanya mau belajar.

 Artinya bukan ana saja, bahkan mereka-mereka yang terlibat dalam deklarasi FPI, sembilan puluh sembilan persen orang yang tidak pernah berorganisasi. Dan pada saat kita cetuskan, kita tidak pernah berfikir kalau FPI akan punya cabang di daerah, juga kita ga pernah berfikir kalau FPI harus punya AD ART, kita ga ngerti itu.... jadi artinya kita ga pernah berfikir kesitu, jadi spontan saja muncul terus menggalir begitu saja dan akhirnya dalam perjalanan itu kita belajar cara berorganisasi.

ISLAT: Dari sini Bib... FPI dalam menjalankan konsep ammar ma'ruf nahi munkar dengan melakukan aksi pengempuran-penggempuran tempat-tempat maksiat, perjudian, dll. apakah ada solusi untuk itu, karena antisipasi harus ada ketika pengrusakan atau pengempuran itu terjadi, paling tidak misalnya solusi bagi pemilik warung warung miras, para pelacur dsb, nah mereka itu mau di kemanakan ?

H Rizieq: Jadi begini kalau kita bicara solusi pada dasarnya kalau kita kembali pada undang-undang yang berlaku di Indonesia, pada dasarnya kan pemerintah yang punya kewajiban untuk mempersiapkan bangsa yang memakai undang-undang tersebut, yang menyediakan lapangan kerja yang layak termasuk juga yang menjamin anak-anak yatim, fakir miskin dan seterusnya. Artinya sinerji kerja ulama dengan umaro, sebetulnya kan ga perlu adanya aksi-aksi fisik di jalanan.

 Artinya kalau ulama mengatakan minuman keras itu haram ya pemerintah ga usah mengijinkan pabriknya. Tapi yang jadi masalah di negeri kita ini, sementara ulama berteriak berdasarkan syariat minuman keras itu haram.....!!. 

tapi pemerintah yang mendirikan pabriknya, pelacuran itu haram.....!!. tapi pemerintah yang melokalisasikannya. Jadi maksud ana begini..... kita sepakat bahwa solusi itu penting dan ana sepakat bahwa jangan hanya kita bisa menutup tempat pelacuran tapi, kita juga harus memberikan solusi terbaik bagaimana pelacur-pelacur tadi dibimbing dididik, diberikan keterampilan kemudian di kemudian hari diberikan lapangan kerja sehingga mereka tidak kembali kepada pelacuran, itu kita sepakat...!

 Tapi yang jadi problem ulama di Indonesia ini adalah, gerakan Islam kitakan bukan gerakan konglomerat, kita hanya bisa memberikan solusi dalam bentuk konsep dan kita berikan itu kepada pemerintah, jadi kita memberikan konsep secara lengkap.

 Cuma yang jadi masalah konsep itu sama sekali tidak dilaksanakan oleh pemerintah. Manakala kita tutup tempat maksiat,..... kan pemerintah protes.... FPI kenapa tutup begitu saja..... kenapa ga dididik..... kenapa ga dikasih kerjaan.... Sekarang kita balikin sama pemerintah.... ok kita tutup..... kita didik.... kita berikan pekerjaan........ tapi syarat..! pemerintahan serahkan dulu ke kita. Artinya kita mengatakan kepada pemerintah, kalau memang kita semua, kita sudah nutup masa kita.... yang harus mendidik untuk keterampilan dan menyediakan lapangan kerja adalah kita,..... lalu kerja pemerintah apa?

 bubar saja pemerintahan,... kita ambil alih itu negara, nah kalau pemerintahan ada di tangan kita, boleh mereka tuntut seperti itu, nah jadi ga pantas mereka tuntut seperti itu kepada FPI karena kekuasaan di tangan mereka, tapi kalau mereka tuntut itu ke kita, maka kita balik tuntutan itu, serahkan dulu negeri ini kepada kita. iyakan....?.

ISLAT: Seiring dengan aksi dan protes sebagian kalangan masyarakat terhadap FPI dilapangan, dan yang saya ketahui adalah bahwa FPI pernah dibubarkan oleh pemerintah, tapi sementara ini dibolehkan untuk aktif kembali, ada apa dibalik ini Bib ?.

H Rizieq: Pemerintah tidak pernah membubarkan FPI tapi selalu berusaha untuk membubarkan FPI sampai hari ini. Tapi pemerintah tidak pernah berhasil membubarkan FPI, karena pasca reformasi kita mempunyai undang-undang untuk kebebasan berkumpul, berserikat. Dan pemerintah tidak punya hak atau wewenang untuk membubarkan kebebasan kita untuk berkumpul dan berserikat....... Jadi kalau di lihat kemauannya,..... pemerintah memang maunya FPI dibubarkan. 

Tapi sampai saat ini FPI tidak pernah bisa dibubarkan oleh pemerintah..!. Dan kita tidak pernah takut FPI bubar!..... karena tadi kita katakan FPI hanyalah salah satu partikel kecil dari perjuangan Islam, artinya klau FPI bubar.... masih ada NU, masih ada Muhammadiyah, masih ada Hizbutahrir dan masih ada yang lainnya.

 FPI ini bukan tujuan, tapi FPI hanyalah sebuah kendaraan untuk mencapai tadbig assyariah. Jadi manakala FPI itu sebagai kendaraan. Kalau bannya kempes atau perlu diganti atau mesinnya sudah meledak atau bubar, kita bisa naik kendaraan lain, karena mereka saudara dan ikhwan kita.

ISLAT: Bib...yang terasa ganjil adalah jika konsep Ammar Ma'ruf munkar wa nakir itu menjadi sebuah keharusan serta bertujuan untuk menegakkan syariat islam. pertanyaannya adalah kenapa FPI tidak pernah menerapkan konsep ini di kalangan elit politik dan para pejabat pemerintahan, yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di tingkat elit inilah paling marak, getol dan sudah menjadi budaya "Massa" bagi para pejabat untuk melakukan kemungkaran-kemungkaran termasuk diantaranya adalah korupsi, kolusi dll ?.

H Rizieq: Sudah! Kita sudah lakukan itu, NU dan Muhammadiyah umpamanya sudah membuat persepakatan untuk perang lawan korupsi, FPI sendiripun sudah memberikan dukungan sepenuhnya untuk itu, artinya kita akan lakukan itu, hanya saja memang konsentrasi perjuangan FPI yang dikuasai, artinya kita kan kalau mau menang dengan sesuatu, kita harusa menguasai datanya, faktanya dan segalamacamnya,

 artinya kalau kita mau bertanding dengan seseorang, kita harus tahu dulu masuh kita itu kekuatan dan kelemahannya, nah sedang spesialisasi yang dikuasai oleh FPI adalah bentuk kemungkaran di lapangan, artinya kalau FPI ditanya di mana ada tempat maksiat, siapa pemilik tempat masiat, siapa beking maksiat.... FPI mahir soal itu, karena kita punya fakta dan data.

 Tapi manakala FPI ditanya siapa koruptor? Agak kebingungan FPI untuk menjawab soalan tersebut,... kalau umpamanya kita tunjuk siapa koruptor mana buktinya? FPI belum punya bukti. Nah jadi itulah.... tadi kita katakan bahwa, kita perlu adanya pembagian tugas dan kerjasama, contoh di Indonesia ada ICW,,... ICW ini kelebihannya dia punya data yang begitu akurat, entah bagaimana caranya dia dapat itu. ICW tahu data tentang koruptor-koruptor dan apa korupsinya dan di bidang apa saja.

ISLAT: Bisa atau tidak jika FPI dengan ICW bekerjasama dalam masalah ini yang nantinya pemberantasan amoral di tingkat elit yang sangat menyesakkan dada itu minimal..... mental para elit dan pejabat itu tidak membudayalah. dan apa kendala kendala yang dihadapi...?

H Rizieq: Oh bisa! Kita sudah berhubungan dengan ICW, Cuma memang ICW selama ini, tidak mau mengambil langkah seperti yang diambi oleh FPI. Sehingga tidak mudah juga kita mendapatkan data dari ICW, kita sudah minta kepada ICW data dan fakta, lalu kita yang hantam. 

Tapi kami ada perbedaan metode, meraka tidak mau memakai cara kita, meraka mau memakai cara hukum dan tuntutan, karena mereka tau cara FPI seperti itu, maka mereka juga tidak terlalu terbuka dan transparan memberikan data kepada kita. 

Sementara kalau FPI ingin langsung bergerak tanpa data yang akurat, itu tidak dapat dibenarkan. Jadi artinya begini, kita katakan FPI sangat terbatas sekali kemampuannya penguasaan datanya sehingga, FPI hanya bisa melakukan dengan baik dibidang yang ditekuni dan spesialisasinya.

 Kalau antum datang ke ICW, tanya tentang tempat-tempat maksiat di mana saja, mereka tidak akan tahu,...... tapi kalau ente datang ke FPI dan menanyakan tempat-tempat maksiat dimana aja,..... kita akan tunjukkan datanya lengkap dengan alamat, nama pemilik dan dengan bekingnya siapa.

 kalau antum tanya siapa jendral-jendral yang jadi beking maksiat...... kita punya data untuk itu. Nah kalau ada orang luar yang bertanya pada FPI, kita akan tanya dulu kepentingan anda apa,..... kalau dia mau ikut berjuang bersama kita untuk hantam dan lain sebagaianya, itu tidak jadi masalah.... dan kita bersama-sama lakukan.

 Tapi kalau dia cuma ingin minta bocoran dan kemudian dia tidak melakukan perjuangan...... buat apa?... sama saja dengan ICW. dia mau berikan data kepada kita siapa koruptor tapi dengan syarat FPI harus ikut metode dia dengan penuntutan lewat proses hukum. Sementara FPI mengatakan berikan kami data, dan kami hantam dengan cara kami.

ISLAT: Bib...Dalam konsep amar ma'ruf tadi apa hubungannya dengan penghantaman terhadap Ahammadiyyah, kira kira dosa apa yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah ?

H Rizieq: Kalau Ahmadiyyah itu memang kita harus bedakan, karena ada perbedaan dan ada penyimpangan. Kalu antara mazahib-mazahib Islamiyyah seperti Syafi'i, Maliki, Hambali, Hanafi, termasuk Ja'fari, dan lain sebagainya, ini kita anggap termasuk di dalam lingkar perbedaan yang kita harus tenggang rasa juga berdialog. 

Dan ini tidak bisa diselesaikan kecuali dengan cara berdialog.
Tapi kalau Ahmadiyyah ini sudah sesuatu yang lain, dia sudah di luar dari Islam. Kita melihat sudah bukan perbedaan lagi tapi, merupakan suatu penyimpangan. karena FPI melihat ini penyimpangan maka, ini kita anggap sebagai min akbaril munkara.

 Nah kalau kemungkaran-kemungkaran seperti tadi judi, minuman keras, pelacuran, kita hantam begitu keras apalagi kemungkaran akidah, kemungkaran yang mengatakan ada nabi setelah nabi Muhammad, ada kitab suci setelah al-Quran dan itu bagian dari keyakinan Ahmdiyyah, nah ini yang menjadi problem.

 Karena FPI melihat Ahmadiyyah ini sebagai suatu bahaya akidah yang sangat-sangat merusak dan kita lihat ini bukan lagi perbedaan, tapi masuk daam konsep penyimpangan maka, kita sudah berikan peringatan, kita sudah minta baik-baik kepada pemerintah tahunan..... bukan lagi bulanan.... tapi ternyata tidak ada gerakan.

 Karena tidak ada gerakan dari pemerintah maka, ini menyebabkan munculnya gerakan masyarakat yang langsung menghantam Ahmadiyyah. ini ibarat lemparan bola FPI lalu menyambut. Nah ini merupakan momentum dan kesempatan kita hantam dan kita tekan pemerintah untuk mengeluarkan Kepres untuk melarang Ahmadiyyah dari Indonesia, atau kalau Ahmadiyyah masih mau diizinkan oleh pemerintah (seumpamanya) tapi di KTP jangan di tulis Umat Islam !. jangan di tulis Islam...! karena gara-gara ditulis Islam dia bisa masuk ke mekah ke madinah dan ini merupakan pelecehan buat harammain, nah ini yang kita tolak...!

dan jangan di anggap perbedaan kita seperti perbedaab sunni dan syi'ah, karena ini sangat berbeda jauh. Kalau sunni dan syi'ah merupakan suatu perbedaan dan silahkan saling duduk dan berdialog bukan saling serang, tapi kalau Ahmadiyyah berbeda, Inkarus Sunah, Islam Jama'ah ini semua sudah keluar dari islam.

Begitu juga NU dan Muhammadiyah, ini merupakan suatu perbedaan, walaupun Muhammadiyah tidak berpegang kepada suatu mazhab, Muhammadiyah menggunakan lembaga tarjih, dia melihat pendapat-pendapat, tapi tetap dalam konteks.

Dia tidak keluar dari ajaran Islam. NU dan FPI, mempunyai persamaan, FPI adalah Syafi'i, begitu pula NU Syafi'i juga. tapi ada beberapa konsep kita yang berbeda. Kita tahulah kalau NU itukan selalu pendekatannya kultural, dan itu harus kita hargai itu, karena memang ada banyak persoalan yang harus diselesaikan dengan cara NU. tapi NU juga harus menghargai FPI karena, ada juga persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan cara NU tapi, dengan cara dipukul.

ISLAT: Apa benar Bib...FPI mendapat kucuran dana dari luar negeri sebagaimana lembaga-lembaga keagamaan, LSM-LSM Islam dan organisasi lainnya, misalnya dari TAF [The Asia Foundation] yang jelas jelas dibalik TAF adalah Zionist...?.

H Rizieq: Itu lagu lama, sekarang tak usah jauh-jauh, syi'ah pun banyak isu-isu yang mengatakan dapat dana dari sana atau sini, misal syi'ah ini di biayai Iran, jadi udah cape deh kita menangani hal itu. Karena ini pembunuhan karakter.

Itu biasanya begini, saya kasih contoh yang kecil, misal laskar FPI menyerbu satu diskotik, lalu preman mereka bubar mereka tidak berani menghadapi laskar, nah sekarang bagaimana mereka menghadapi laskar, secara fisik mereka tidak berani, mereka menuntut polisipun kadang-kadang mereka pun terlalu lama untuk menjatuhkan FPI nah,

 makanya mereka bikin isu yang menyatakan berangkas kami, hilang handphon kami, hilang...... dan juga ada yang memegang payudara si-A nanti si perempuannya bilang iya payudara saya dipegang, ini ana anggap pembunuhan karakter mereka membunuh karakter supaya FPI itu dijauhkan dari masyarakat,

kalau masyarakat dengar begitu maka mereka akan berkata "wah ga benar nih FPI" nah jika FPI dijauhi dari masyarakat FPI tidak akan punya tenaga dan kekuatan untuk berjuang, selama ini rahasia kekuatan FPI bi iznillahi karena dukungan masyarakat.

ISLAT: Pertanyaan terakhir Bib, [Karena Habib Rizieq sudah di tunggu panitia seminar untuk mengisi seminar yang diadakan Oleh HPI] Apakah Habib tidak takut kalau nantinya dicap teroris apalagi Habib datang ke Iran [Oleh Media Massa Barat Iran adalah sarang teroris. Red] sebagai seorang pergerakan??

H Rizieq: Kita Tidak pernah takut dituduh seperti itu, antum perlu tahu bahwa Imam Syafi'i ra dulu saking cintanya kepada Ahlilbayt dituduh Rafidhi, lalu apa jawaban

 . Imam Syafi'i: "Jika mencintai keluarga Muhammad adalah Rafidhi (Syiah), maka saksikanlah wahai ats-Tsaqolaan (jin dan manusia) bahwa aku adalah Rofidhi". itu jawaban Imam syafi"ie

Nah sekarang ana mau tiru syairnya Imam syafi'i: "Jika membela islam itu adalah teroris, maka saksikanlah wahai ats-Tsaqolaan bahwa aku adalah teroris ". jadi kalau membela Islam itu di anggap teroris maka saya lah teroris itu.

ISLAT: Terima kasih Bib atas waktunya.

H Rizieq: Sama sama..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar